Menyaksikan prosesi pernikahan pangeran harry dan meghan markle tentu mengundang decak kagum, bagaima tidak seorang wanita dari kalangan biasa yang buka keturunan bangsawan bisa menikah dengan seorang pangeran dan digelar secara meriah serta disiarkan diseluruh penjuru dunia. Selain dari sisi prosesi acara ada pemandangan lain yang juga cukup menarik yaitu deretan wanita yang menggunakan topi sebagai hiasan kepala.

Alasan Wanita Kerajaan Inggris Sering Memakai Topi

Mulai dari anggota kerajaan sampai pada tamu undangan yang hadir semuanya menggunakan topi yang memiliki ciri khas sendiri-sendiri dan disesuaikan dengan busana yang mereka kenakan. Mungkin diantara kita masih ada yang belum mengetahui mengapa para wanita diharuskan untuk menggunakan penutup kepala pada acara resmi kerajaan ?

Jika dikutip dari Allure ini semua dimulai sejak pada tahun 1600-an , pada saat itu perempuan inggris terpengaruh oleh trend yang tengah berkembang di perancis. Dan ini dimulai dari wanita kerajaan inggris yang menjadi istri Charles 1 yaitu Henrietta yang memang berasal dari perancis, tak lama setalah itu wanita kerajaan lain juga mulai untuk mengikuti gaya ratu yang satu ini.

Setlah itu pada tahun 1660 pada saat Charles II berhasil mendapatkan tahtanya kembali tren menggunakan hiasan rambut mulai kembali diangkat oleh Marquise de Fontage yang mengadopsi gaya rambut fontage mengkombinasikan hiasan kepala dengan gaya rambut tinggi lalu menambahkan hiasan berupa bunga,pita, jaring, ataupun topi kecil.

Tren semakin berkembang pada saat tahun 1770-an Marie Antoinette mencoba menambahkan bulu burung unta dan merak untuk mempercantik hiasan kepalanya, sejak saat itulah topi atau disebut fascinator mulai banyak dikenal dan digunakan kaum wanita inggris.

Hal ini tentu juga dipengaruhi oleh pesta ladies day di royal enclosure yang mengharuskan wanita yang menghadiri acara tersebut menggunakan topi sebagai “mahkota” yang ada di kepala. Sebelum dikenal sebagai aksesoris kelas atas banyak wanita pada abad 19 menggunakan renda atau selendang sebagai penutup bagian kepala belakang.

Setelahnya tahun ke tahun trend ini semakin berkembang yang dulunya hanya berupa tudung berenda berubah menjadi banyak jenis fascinator yang seperti sekarang ini sering dilihat. Wanita kerajaan termasuk ratu memang diwajibkan untuk selalu menggunakan hiasan atau penutup kepala pada acara-acara besar dan ratu elizabeth lah yang memegang tanggung jawab untuk terus meneruskan tradisi ini. Topi atau fascinator dalam kerajaan inggris memang menjadi bagian dari struktur sosial yang ada disana karena itu bisa menjadi sorotan dari kekayaan dan status sosial.

Baca juga: Berkenalan dengan 4 Fungsi Lebih Memakai Topi Keren

Demikianlah sejarah yang melatar belakangi penggunaan hiasan kepala yang selalu digunakan dan sudah menjadi identitas dari kerajaan inggris. Setiap orang harus menghormati tradisi tersebut oleh sebab itu orang yang diundang pada acara kerajaan juga diwajibkan untuk menggunakan topi.