Sekarang ini menggunakan busana muslim dan hijab menjadi trand yang popular di Indonesia. Namun sayangnya masih banyak para hijabers yang hanya sekedar menggunakan busana muslim yang sedang trand tanpa mempertimbangkan ketentuan atau syarat-syarat yang harus diperhatikan yaitu busana dan hijab syar’i.

Pada dasarnya menggunakan busana muslim dan hijab yang baik adalah yang menutupi aurat sesuai dengan syariah agama islam. Dalam artikel ini kita akan membahas seputar syarat hijab syar’i. Namun terlebih dulu ketahui makna hijab dan khimar berikut ini.

Baca juga: Hijab Syar’I Modern Yang Popular

Makna Jilbab Dan Khimar

Hijab bukan sekedar penutup wajah, yang dimaksud dengan jilbab adalah kain yang digunakan oleh wanita muslim setelah menggunakan khimar. Sedangkan yang dimaksud dengan khimar adalah penutup kepala. Ketentuan menggunakan busana muslim dan hijab yang benar adalah hanya menampakkan bagian wajah dan kedua telapak tangan. Lalu seperti apa syarat menggunakan busana yang syar’i. Berikut penjelasannya.

Syarat Busana Wanita Yang Syar’i

Busana wanita yang benar adalah yang sesuai dengan yang dianjurkan oleh agama islam. Belum tentu busana muslim yang sedang trand dikatakan sebagai pakaian yang sesuai dengan syarat-syarat berpakaian muslim walaupun diberi label syar’i. Syarat busana yang sesuai dengan aturan agama islam atau sesuai dengan syariat adalah yang memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Busana yang menutup seluruh anggota tubuh kecuali bagian wajah dan telapak tangan saja.
  2. Tidak difungsikan sebagai perhiasan. Karena busana dan hijab merupakan bukan sekedar pelindung dari cuaca saja namun menjadi pelindung dari godaan pria.
  3. Bahannya tebal, tidak transparan, tidak tipis dan tidak tembus pandang. Hal ini berlaku untuk busana dan hijab yang digunakan.
  4. Lebar, tidak ketat dan tidak memperlihatkan lekukan tubuh. Larangan tersebut karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti menggoda lawan jenis dan masalah lainnya.
  5. Tidak menggunakan parfum atau wewangian. Larangan ini karena dikhawatirkan dapat membangkitkan hawa nafsu. Para ulama bahkan menambahkan sesuatu yang semakna dengan perhiasan yang terlalu berlebihan.
  6. Tidak menyerupai pakaian seperti pria atau pakaian yang terbuka.
  7. Bukan busana yang mencari popularitas atau mencari ketenaran atau istilahnya pakaian yang syuhroh. Yang dimaksud dengan libas syuhroh adalah menggunakan busana dengan tujuan karena popularitas atau gengsi.
  8. Hijab syari adalah hijab yang panjangnya menutupi sampai bagian dada, bahannya tebal tidak tipis.

Itulah beberapa syarat-syarat berbusana seorang muslim yang dianjurkan. Dari artikel tersebut dapat kita simpulkan bahwa pakaian yang dianjurkan adalah yang menutupi seluruh anggota badan, tidak menonjolkan bagian tubuh tertentu kecuali bagian wajah dan telapak tangan. Semoga artikel ini dapat menambah informasi dan semakin membuat kita lebih baik dalam hal berbusana dan menggunakan hijab syar’I yang tepat.