Dalam dunia fashion, akhir-akhir ini yang tengah digemari di pasaran adalah celana kulot batik. Selain karena unik, jenis celana ini juga dapat dipadupadankan untuk beragam tampilan yang Anda inginkan. Adapun bahan pembuat dari celana kulot batik itu sendiri adalah berasal dari kain plisket. Kain plisket adalah jenis kain bertekstur lipatan rapi, di mana lipatan-lipatan tersebut adalah hasil proses melipat baik dari mesin maupun manual. Dalam dunia garmen, jenis kain plisket dapat digunakan untuk membuat kulot plisket, kerudung, rok, dan horden.

Adapun cara pembuatan dari kain plisket itu sendiri adalah terdiri dari dua acara yakni dengan cara manual atau sederhana dan dengan menggunakan mesin otomatis. Berikut adalah ulasan lengkapnya!

  1. Cara manual dan sederhana

Pada cara yang pertama ini, hal yang dilakukan adalah dengan menaburkan serbuk khusus pada kain. Tahap selanjutnya adalah kain akan disetrika dan dilipat sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Kain akan terus dilipat hingga sampai pada bagian ujung dan disetrika secara menyeluruh. Setelahnya, pengrajin akan mendiamkan lipatan kain plisket hingga benar-benar dingin setelah proses penyetrikaan, dan kain dicuci agar bersih dari sisa-sisa bahan kimia yang menempel.

  1. Dengan menggunakan mesin

Cara yang kedua untuk membuat kulot plisket adalah dengan menggunakan mesin. Pada cara ini kain plisket dibuat dengan cara dimasukkan ke dalam mesin pelipat yang tengah berjalan dengan sebelumnya telah dilakukan pengaturan jarak lipatan sesuai ukuran yang diinginkan. Saat kain telah masuk, mesin yang telah dilengkapi dengan pisau khusus secara otomatis akan melipat-lipat kain. Setelah itu, kain akan didistribusikan ke bagian rol pemanas yang telah diselubungi oleh kain katun. Hal tersebut dimaksudkan agar kain yang dilipat tidak terkena langsung dengan rol tersebut.

Setelah kain plisket keluar dari mesin pemanas, maka pabrik biasanya akan langsung menyerahkan kain ke penjahit untuk dijadikan jilbab, baju, celana kulot plisket, atau mungkin horden. Perlu diketahui juga bahwa pada saat pembuatan kain plisket dengan menggunakan mesin pelipat, kain dari tahap awal hingga akhir dilapisi dengan kertas roll.

Kertas ini disebut juga sebagai kertas multifungsi karena selain berfungsi sebagai pelapis bahan tahan panas, kertas roll tersebut dapat digulung kembali setelah pemakaian untuk kemudian berulang-ulang dijadikan feeder atau pembawa kain agar masuk ke mesin.

Selain mengetahui cara pembuatan kain plisket, hal lain yang tak kalah penting adalah mengetahui cara merawat kain plisket yang dimiliki. Meskipun terkesan mudah dan sederhana, berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam perawatan kain plisket:

  1. Tidak menyikat kain

Saat mencuci jenis kain plisket, lakukanlah dengan cara mencelup-celupkan kain ke dalam air dengan kandungan detergen yang sedikit. Upayakan tidak menyikat kain karena bulu sikat cenderung akan merusak tekstur kain.

  1. Perhatikan waktu penjemuran

Saat menjemur kain, perhatikan durasi waktu yang dibutuhkan kain. Hal ini dikarenakan menjemur kain plisket terlalu lama dapat mengubah tekstur kain. Sehingga kain perlu cepat diangkat segera sesaat setelah kering.

  1. Penyetrikaan pada jenis kulot yang memiliki lipatan lebar

Pada lipatan yang lebar, kamu dapat menyetrika bagian tersebut. Akan tetapi untuk jenis kulot dengan lipatan yang kecil, upayakan tidak menyetrika bagian tersebut.

  1. Menggunakan gantungan baju untuk penyimpanannya

Terakhir, gunakanlah hanger atau gantungan baju yang kuat agar kain plisket kamu tetap terjaga teksturnya.