Menjadi pengantin dan menikah dengan orang yang dicintai adalah suatu keinginan bagi semua orang. Banyak persiapan yang harus disiapkan sebelum hari H atau saat pernikahan berlangsung dan salah satunya adalah baju pengantin. Ada beragam jenis busana pengantin yang bisa dipilih sesuai keinginan atau konsep pernikahan yang ingin digelar, misalnya yang kental dengan adat atau yang bernuansa modern. Akan tetapi, mitos mengenai busana pengantin berikut ini terkadang menjadi momok tersendiri saat memilih atau hendak mengenakan baju untuk pernikahan.

Pertama adalah gaun yang sobek adalah pertanda buruk dalam rumah tangga. Mitos ini masih dipercaya beberapa orang saat melihat baju nikah yang sobek di hari pernikahan, baik secara tidak disengaja ataupun yang disengaja. Mitos tersebut menyebutkan jika rumah tangga Anda akan berakhir dengan kematian dari sang mempelai pria. Tapi, bukankah kematian rahasia Ilahi? Jadi masih percayakah Anda?

Baca juga: Kesalahan Belanja Baju Pengantin yang Kerap Dilakukan Para Wanita

Kedua adalah tidak boleh menjahit baju pengantin sendiri. Berdasarkan mitos yang beredar di masyarakat, jika Anda menjahit sendiri pakaian pengantin Anda maka setiap untaian benang yang digunakan tersebut akan berubah menjadi air mata di kemudian harinya saat Anda berumah tangga. Dengan kata lain, jika menjahit pakaian nikah Anda sendiri, kehidupan rumah tangga Anda akan penuh derita dan air mata. Untuk menghindari hal tersebut, tidak sedikit yang mempergunakan beberapa helaian rambut pengantin untuk digunakan di bajunya.

Ketiga adalah sarang laba-laba dan keberuntungan. Jika biasanya sarang laba-laba yang menempel di baju identik dengan kotor atau tidak terawat, namun hal tersebut tidak berlaku jika sarang laba-laba ditemukan di pakaian pengantin. Menurut takhayul, jika gaun pengantin tersebut terdapat sarang laba-laba dan digunakan saat menikah maka hal tersebut merupakan suatu pertanda baik. Jadi, masih mau menggunakan gaun nikah dengan sarang laba-laba?

Mitos lainnya yang beredar di masyarakat mengenai baju pengantin yaitu:

  • Tidak boleh menggunakan gaun pengantin warna merah. Di kebudayaan barat, memilih baju nikah warna merah adalah kesalahan karena merah darah diartikan sebagai simbol kematian. Selain warna merah, gaun pengantin juga dilarang menggunakan bahan satin ataupun beludru dan lebih dianjurkan memilih bahan sutra. Hal tersebut disebabkan karena bahan satin dianggap dapat memberikan nasib buruk dan bahan beludru juga bisa mendatangkan kemiskinan di masa depan.
  • Tidak boleh menggunakan pakaian pengantin yang berpola karena bisa mendatangkan nasib buruk.
  • Tidak boleh menggunakan pakaian pernikahan sebelum hari pernikahan tiba. Mitos ini berkembang di dataran Amerika. Mempelai wanita tidak boleh untuk mencoba baju pernikahan dan aksesorisnya sebelum hari pernikahan tiba serta mempelai pria tidak boleh untuk melihat mempelai wanita mengenakan pakaian pengantin sebelum hari H tiba. Jika hal tersebut dilanggar maka bisa mendapatkan nasib buruk.

Jadi, percayalah dengan mitos-mitos di atas?