Agaknya kamu akan sulit menemukan baju seragam batik keluarga untuk pesta pernikahan 10 hari 10 malam ini. Yaps, kamu tidak saah baca. Pesta pernikahan 10 hari 10 malam ini benar-benar dilaksanakan loh! Malahan seolah menjadi pesta rakyat karena dihadiri berbagai artis ibukota yang “manggung” saat pernikahan 10 hari 10 malam ini berlangsung.

Pernikahan yang viral di media social dan menjadi perbincangan ini adalah pernikahan pasangan Yudha dan Izha, anak pengusaha tambang H Muhammad Hatta (H Ciut), di Binuang, Kalimantan Selatan. Tak tanggung-tanggung, pernikahan ini berlangsung sejak 11 Februari dan berakhir pada 21 Februari dengan beragam rangkaian acara yang dihadiri berderet artis ibukota.

Selama 10 malam, artis-artis datang silih berganti untuk menghibur mempelai yang kemudian disulap layaknya panggung rakyat. Afgan, Zaskia Gotik, Ayu Ting-Ting, Wali Band, Via Vallen, Duo Serigala, sampai Rhoma Irama dan OM Soneta hadir jauh-jauh ke Kalimantan untuk menghibur pasangan pengantin berbahagia itu.

Bahkan H. Ciut, sang ayah, disebut sebut menyawer Rhoma Irama dengan sebuah Motor Harley Davidson dan uang 250 juta kepada Rita Soegiharto. Wow!

Tidak hanya aspek hiburan, pelaksanaan pernikahan ini juga tidak melupakan aspek religi. Ceramah dari Ustadz Ahmad Al Habsyi yang cukup kondang ini menjadi penutup acara yang diadakan di Lapangan Wasi Kuning, Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Rina Gunawan selaku wedding organiser pesta pernikahan tersebut menyebutkan dalam akun Instagramnya bahwa tamu yang datang dalam seluruh rangkaian upacara diperkirakan mencapai 100.000 orang. Sedangkan pada acara utama, tamu yang diundang hanyalah tamu VVIP yang jumlahnya kurang lebih 3.000 orang.

Menurut Peneliti Institute For Economic and Development Finance (Indef), Bhima Yudhistira mengatakan bahwa  kenaikan harga komoditas sepanjang tahun 2017 menjadi salah satu faktor atau penyebab kemewahan pesta-pesta pernikahan ini berlangsung.

Ia menambahkan kalau kekayaan pengusaha di sektor ekstraktif, seperti pertambangan batubara dan kelapa sawit memang sedang naik. Hal ini disebabkan harga komoditas sepanjang tahun 2017 naik cukup signifikan sehingga kekayaan para pengusaha di sektor tersebut otomatis meningkat.

Sehingga tidak mengherankan jika untuk pernikahan anaknya ini, ia rela menghabiskan “sebagian” uangnya untuk menyelenggarakan pesta 10 hari 10 malam yang kemudian menjadi pesta rakyat di Kalimantan.

Tentu saja menyelenggarakan acara pernikahan adalah sebuah pilihan. Tidak melulu harus termakan gengsi sehingga merayakannya dengan menghabiskan banyak uang yang dirasa tidak perlu.

Pesta pernikahan yang sederhana juga tidak akan mengurangi esensi dari pernikahan itu sendiri. Kesakralan dan kesyahduan tetap menjadi pilihan yang bisa dinikmati siapapun tanpa hingar bingar yang berarti.

Yang paling penting adalah penyelenggaraan pesta pernikahan jangan sampai menguras harta kekayaan yang kita miliki, apalagi jika hanya untuk memenuhi gengsi yang kemudian membuat kita harus berhutang banyak pada orang lain atau bank.

Alih-alih bahagia pasca pernikahan, justru tagihan utang semakin menumpuk. Mengerikan kan?

Referensi: https://review.bukalapak.com/fashion/5-langkah-memilih-seragam-keluarga-untuk-pernikahan-15573